JADWAL MC SEKATEN 2009
Berikut ini kami sampaikan Jadwal MC Sekaten 2009 yang akan dimulai besok Jum’at 30 Januari. dengan beberapa catatan sebagai berikut:
1. Di harapkan teman-teman bisa hadir untuk koordinasi internal PDDJ Besok Kamis, 29 Januari jam 10.00 di Dinas Pariwisata
2. Diharapkan teman-teman hadir pada pembukaan PMPS Sekaten besok Jum’at 30 Januari jam 15.00 di panggung kesenian untuk briefing teknis acara dan GR panggung+sound system
3. Diharapkan jika teman-teman tidak bisa melaksanakan tugas sesuai jadwal mohon:
a. Menghubungi koordinator kegiatan Dimas Tovic atau Dimas Ari
b. Berusaha mencari ganti MC
Demikian pengumuman dari kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih
Berikut Jadwal MC Sekaten:
1. JUM’AT 30 Januari – Tovic & Vani
2. SABTU 31 Januari – Puthut & Indri
3. MINGGU 01 Februari – Chandra & Isna
4. SENIN 02 Februari – Hangga & Asti
5. SELASA 03 Februari – Rangga & Imel
6. RABU 04 Februari – Indra & Indri
7. KAMIS 05 Februari – Arya & Isna
8. JUM’AT 06 Februari – Syarif & Asti
9. SABTU 07 Februari – Tovic & Vani
10. MINGGU 08 Februari – Puthut & Indri
11. SENIN 09 Februari – Chandra & Asti
12. SELASA 10 Februari – Hangga & Isna
13. RABU 11 Februari – Rangga & Imel
14. KAMIS 12 Februari – Indra & Vani
15. JUM’AT 13 Februari – Arya & Indri
16. SABTU 14 Februari – Syarif & Asti
17. MINGGU 15 Februari – Tovic & Isna
18. SENIN 16 Februari – Puthut & Imel
19. SELASA 17 Februari – Chandra & Vani
20. RABU 18 Februari – Rangga & Indri
21. KAMIS 19 Februari – Indra & Asti
22. JUM’AT 20 Februari – Arya & Isna
23. SABTU 21 Februari – Syarif & Imel
24. MINGGU 22 Februari – Tovic & Vani
25. SENIN 23 Februari – Puthut & Indri
26. SELASA 24 Februari – Chandra & Asti
27. RABU 25 Februari – Rangga & Isna
28. KAMIS 26 Februari – Indra & Imel
29. JUM’AT 27 Februari – Arya & Vani
30. SABTU 28 Februari – Syarif & Indri
31. MINGGU 01 Maret – Tovic & Asti
32. SENIN 02 Maret – Puthut & Isna
33. SELASA 03 Maret – Chandra & Imel
34. RABU 04 Maret – Rangga & Vani
35. KAMIS 05 Maret – Indra & Indri
36. JUM’AT 06 Maret – Arya & Asti
37. SABTU 07 Maret – Syarif & Isna
38. MINGGU 08 Maret – Tovic & Imel
Kontak Person Penanggung Jawab:
1.Tovic Raharja (PJ MC Sekaten PDDJ)
2.Ari Sulistyo (Ketua PDDJ)
AGENDA PDDJ (LATEST NEWS)
Bersama ini disampaikan kepada teman-teman Dimas Diajeng Jogja terkait dengan Agenda kita, mohon bantuan dan partisipasinya, terima kasih:
1. MC Sekaten –> Jum’at, 30 Januari – 8 Maret 2009 –> hub. Dimas Indra, Tovic or Ari
2. Persiapan Syuting Kethoprak Dimas Diajeng –> TVRI Jogja –> Februari – Maret –> Dimas Ari
SADAR WISATA PELAJAR 2






Dalam rangka mengemban amanah sebagai Duta Pariwisata sekaligus ikon muda Yogyakarta, Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta menyelenggarakan bakti sosial dalam rangkaian program PDDJ yang bertajuk Sadar Wisata Pelajar 2008. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2008 bertempat di Taman Pintar Yogyakarta.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang bekerja sama dengan sekolah (SMP 5 Yogyakarta) yaitu dengan mengajak siswa mengunjungi Keraton Yogyakarta, kali ini PDDJ mengajak anak-anak Panti Asuhan ‘Ghifari’ Donokerto, Turi Sleman mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta. Menurut Ketua Panitia, Dimas Puthut Ardianto, alasan mengapa sasaran program ini dari Panti Asuhan adalah selain memberikan pengetahuan wisata kepada pelajar sekaligus ada nuansa kepedulian sosial yakni berbagi bersama penghuni Panti Asuhan.
Acara dimulai dengan penjemputan anak-anak Panti Asuhan oleh PDDJ yang wakili oleh Dimas Ari Sulistyo dan Diajeng Astiana Mustikasari didampingi oleh pembina PDDJ Ibu Yetty Martanti. Sekitar 40 anak hadir dalam acara ini. Menempuh perjalanan hampir 2 jam sedikit membuat mereka capek, namun MC Diajeng Megawati Shahril dan Dimas M. Chandra Kurniawan yang kocak dan menghibur mampu membuat mereka kembali ceria dan bersemangat. Anak-anak diajak makan siang bersama kemudian mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok dipandu oleh Dimas Diajeng Jogja serta Dimas Diajeng Cilik Jogja untuk berkeliling Taman Pintar dan kemudian diakhiri dengan nonton bareng film 4 dimensi yang merupakan wahana baru di Taman Pintar. Dimas Diajeng yang menjadi pemandu antara lain Dimas Ari Sulistyo, Puthut Ardianto, Rangga Maulana, Diajeng Isna Safri, Prima Oktiviani, Astiana Mustikasari, dan Diajeng Indriastuti. Sedangkan Dimas Diajeng Cilik yang hadir yaitu Dimas Cilik Aldi Priambodo, Gilang Pandutanaya, dan M. Dihan serta Diajeng Cilik Sekar Syirih P.
Ibu Yetti Martanti memberikan apresiasi positif terhadap penyelenggaraan acara ini. Dengan acara ini menunjukkan bahwa Dimas Diajeng tidak hanya terlihat tampil di acara-acara protokoler atau hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata namun juga memiliki kepedulian sosial dan beliau akan selalu mendukung program-program semacam ini. Yuli, salah seorang penghuni Panti Asuhan Ghifari merasa senang bisa datang dan nonton film di Taman Pintar ini dan berharap kegiatan ini dilaksanakan lagi, ia juga berharap bisa lebih lama lagi mengunjungi Taman Pintar. Demikian, berkat dukungan semua pihak dan kerjasama yang baik, acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.(arie)
DIMAS DIAJENG MAIN KETHOPRAK


Selasa, 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari yang sulit dilupakan oleh beberapa Dimas Diajeng Jogja karena pada hari itu mereka kembali tampil diatas panggung. Namun ini bukan panggung Grand Final Pemilihan Dimas Diajeng atau panggung-panggung kesenian lain dimana Dimas Diajeng sering berperan sebagai Master of Ceremony (MC). Panggung kali ini adalah panggung pementasan Kethoprak dimana Dimas Diajeng Jogja ikut berperan sebagai pemain. Kethoprak merupakan salah satu kesenian khas Jawa yaitu pertunjukan drama berbahasa Jawa yang diiringi oleh tetabuhan bernama gamelan. Biasanya cerita kethoprak mengambil kisah-kisah sejarah Jawa atau cerita turun temurun yang berkembang di Jawa.
Lebih istimewa lagi yang menjadi lawan main atau tokoh-tokoh lain dalam pementasan ini adalah gabungan dari pejabat eksekutif-legislatif serta didukung oleh seniman kondang Jogja, pelawak, dan pengusaha. Siapa yang tidak kenal nama-nama beken seperti Marwoto, Yati Pesek, Susilo ‘Den Baguse Ngarso’, Yu Beruk dll. Sedangkan dari pejabat eksekutif-legislatif antara lain Walikota Jogja H Herry Zudianto, Wawali Haryadi Suyuti, Kepala Dinas Parsenibud Kota Yogya H Hadi Muhtar, Dandim Yogya Letkol Inf Setya Hari, Waka Poltabes AKBP Drs.Tursilo, Ketua DPRD Kota Yogya Arif Noor Hartanto dan Wakil Ketua DPRD Andrie Subiyantoro serta Kepala Kejaksaan Tinggi.
Dari Paguyuban Dimas Diajeng Jogja yang ikut pentas kethoprak ini antara lain Dimas Tovic Raharja, Ari Sulisyo, Puthut Ardiyanto, dan Rangga Maulana, yang semuanya berperan sebagai prajurit Majapahit dan Blambangan serta Diajeng Melinda Paramita, Astiyana Mustikasari, Prima Oktiviani dan Megawati Shahril sebagai putri-putri Majapahit. Mereka tampil cukup apik meski beberapa mengaku baru pertama kali ini mengikuti pentas Kethoprak. Pakaian prajurit, meski agak sedikit kaku pada awalnya, membuat para Dimas terlihat gagah berwibawa. Sedangkan pakaian putri Majapahit membuat para Diajeng terlihat anggun dan njawani.
Lakon “Wahyu Keprabon” yang diangkat oleh sutradara kondang, Nano Asmorodono, dalam pementasan kali ini menyajikan kisah konflik Kerajaan Majapahit dan Blambangan dimana Kerajaan Blambangan yang dipimpin oleh Minak Jinggo melakukan pemberontakan karena kecewa dengan kepemimpinan Ratu Kencana Wungu. Kemudian diutuslah seorang duta ksatria bernama Damar Wulan untuk mengalahkan Minak Jinggo. Kisah menjadi seru ketika banyak masalah yang muncul, namun semuanya tidak membuat tegang dan ‘berat’ untuk dicerna karena diperankan oleh para pelawak dan pejabat. Acara yang rencananya akan ditayangkan tunda di Jogja TV ini berdurasi lebih dari 3,5 jam. Namun durasi yang cukup lama tersebut tidak membosankan. Guyonan segar, sindiran dan kritik-kritik tajam mewarnai sepanjang pementasan ini membuat penonton enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.
Secara pribadi Nano Asmorodono memberikan apresiasi yang tinggi pada Dimas Diajeng Jogja atas partisipasinya dalam pementasan Kethoprak ini. Beliau mengajak untuk terus berjuang mencintai dan mempertahankan kesenian Kethoprak yang adiluhung ini. Hal senada juga disampaikan oleh Dimas Ari, Ketua Paguyuban Dimas Diajeng Jogja, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan pada Dimas Diajeng untuk ikut berpartisipasi dalam even kesenian ini. Pementasan ini ibarat setali tiga uang, selain melestarikan budaya juga dapat menguatkan rasa kekeluargaan dan memperlancar komunikasi antara elemen-elemen masyarakat seperti seniman, pemerintah, wakil rakyat dan pengusaha. Hal tersebut diharapkan akan menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif di kota Jogja tercinta ini. Ia juga berharap agar kerjasama ini terus berlanjut dan Dimas Diajeng siap untuk berpartisipasi lagi dalam pentas-pentas selanjutnya.(arie)
DIMAS DIAJENG JOGJA DALAM MALAM ANUGERAH WALIKOTA AWARD 2008

Pada hari Minggu, 21 Desember 2008 bertempat di Hall Belakang Rumah Dinas Walikota Yogyakarta diselenggarakan Malam Anugerah Walikota Award 2008. Acara ini merupakan malam pemberian penghargaan dari Walikota Yogyakarta pada insan-insan atau tokoh-tokoh yang terpilih atas prestasinya dalam berbagai bidang selama tahun 2008. Sebelum digelar acara pemberian penghargaan, digelar acara Talk Show yang menghadirkan H Herry Zudianto, Walikota Yogyakarta sebagai pembicara dalam tajuk acara Tamu Kabare, sebuah program yang diselenggarakan atas kerjasama antara KABARE dan Jogja TV.
Sekitar 300 orang hadir pada malam hari itu dan lebih dari 200 penghargaan diberikan dalam bermacam-macam kategori antara lain; kategori Tokoh Terpilih, Media Massa, Pemuda Pelopor dan Siswa Berprestasi, Kesehatan Keindahan dan Kebersihan Lingkungan, Seni Hobi dan Ketahanan Pangan, serta Pengelolaan Kelurahan Kamtibmas dan Penataan PKL. Masing-masing penerima penghargaan diberikan piagam dan uang pembinaan secara langsung dari Walikota Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Walikota Yogyakarta H.Herry Zudianto mengajak kepada semua elemen-elemen masyarakat di kota Yogya untuk sama-sama bekerja menjaga dan membangun kota Yogyakarta. Ia meminta agar masyarakat tidak hanya bisa mengkritik pemerintah tanpa mau berperan serta dalam proses pembangunan dan penataan kota Jogja. Ia juga mengucapkan terimakasih pada semua pihak atas peran sertanya selama ini dan berharap dengan penghargaan ini dapat menambah semangat untuk terus berkarya.
Dimas Diajeng Jogja juga dilibatkan dalam acara tersebut. Kali ini Dimas Diajeng tidak menyajikan pementasan koreografi (tari) seperti tahun sebelumnya namun menjadi pembaca nominator atau penerima penghargaan Walikota Award 2008. Ada 10 Dimas Diajeng Jogya yang ikut terlibat dalam acara ini yaitu Dimas Puthut Ardiyanto, Ari Sulistyo, Tovic Raharja, Rangga Maulana, Himawan Yogiswara, dan Dimas M Chandra Kurniawan. Sedangkan dari Diajeng Jogja yaitu Diajeng Melinda Paramita, Prima Oktiviani, Isna Safri Riska, dan Diajeng Megawati Sahril.
Dengan busana dari desainer kondang, Mujib Afandy, Dimas Diajeng terlihat begitu anggun, elegan dan berwibawa. Mereka mampu melaksanakan peran dan tugas mereka dengan baik meski ada beberapa diajeng yang harus tampil dua kali karena harus berpasang-pasangan sedangkan jumlah dimas lebih banyak. Secara umum acara berjalan cukup lancar, meski terkesan mendadak dan Paguyuban Dimas Diajeng Jogja harus sedikit bekerja ‘ekstra’ mempersiapkan ‘tugas’ ini. (arie)
Terbang Di Atas Pantai Depok Yogyakarta
Pada hari Sabtu – Minggu, 29-30 November 2008 digelar acara Yogya Air Show 2008 bertempat di Pantai Depok, Bantul. Acara ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Pariwisata Propinsi DIY bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantul, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) DIY, dan TNI AU. Atraksi udara dalam acara ini antara lain terjung payung bogie, aero modelling RS/LC, gantole airtow, para layang, dragon banner dan lain-lainnya.
YAS 2008 ini secara resmi dibuka oleh Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Hari Mulyono pada hari Minggu (30/11) pukul 09.30 namun sehari sebelumnya, Sabtu (29/11) sudah digelar kegiatan penerbangan atau joyflight bagi peserta umum terutama kalangan wartawan. Penerbangan tersebut berupa paramotor, para layang airtow, aero modelling LC/RC dan gantole airtow.
Pada hari Sabtu itu juga, salah satu anggota Paguyuban Dimas Diajeng Jogja (PDDJ) mendapat kesempatan untuk mencoba terbang diatas pantai Depok. Adalah Bapak Pipo dari Badan Pariwisata Daerah yang memberikan kesempatan pada Ari Sulistyo, Dimas Jogja 2007 untuk merasakan asyiknya terbang tandem mengitari pantai Depok. Kesempatan yang sangat langka tentunya karena tidak setiap saat bisa dinikmati. Setelah menandatangani surat pernyataan dari FASI, Dimas Ari pun terbang dengan para motor bersama pak Agus, salah seorang pilot handal dari FASI. Setelah sekitar 20 menit terbang, Dimas Ari berkomentar bahwa ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan berharap ke depan olahraga ini juga bisa menjadi salah satu daya tarik wisata di Pantai Depok pada khususnya dan di DIY pada umumnya. Ia yakin banyak masyarakat awam (wisatawan) yang tertarik dan ingin mencoba olahraga ini.
Ia juga berharap kerjasama yang selama ini terjalin antara Dinas Pariwisata, baik propinsi maupun kabupaten, dengan organisasi-organisasi yang berbasis hobi seperti FASI hendaknya selalu dijaga dan tidak menutup kemungkinan juga bagi pemerintah untuk membuka kerjasama dengan organisasi lain seperti pecinta panjat tebing, pecinta motor besar, pecinta alam dan lain-lainnya dalam penyelenggaraan event berskala lokal, nasional, maupun internasional. Hal tersebut ditanggapi positif oleh Bapak Drs. Pipo Arokhmanuri S, Kasubid Pengembangan Kepariwisataan BAPARDA DIY. Beliau mengemukakan bahwa kerjasama tersebut selama ini sudah terjalin dengan baik dan akan terus dikembangkan kedepannya demi majunya pariwisata di DIY. (arie)
Seminar Analisis Pasar Wisatawan Kota Yogyakarta
Tahukah anda siapa yang paling banyak mengunjungi Jogjakarta? Wisatawan jawab Anda, ya betul! Tapi jika pertanyaannya lebih khusus mungkin anda menemui kesulitan untuk menjawabnya misalnya wisatawan yang berusia berapa yang memiliki porsi terbesar mengunjungi Jogja? Berapa rata-rata pengeluaran wisatawan per hari selama berada di Jogja? Objek Daya Tarik Wisata apa yang paling banyak diminati? Nah, hal-hal tersebut yang kemudian diteliti oleh Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (PUSPAR UGM). Hasil penelitian tersebut disampaikan pada Seminar Analisis Pasar Wisatawan Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Yogyakarta pada hari Kamis, 20 November 2008 bertempat di Banaran Cafe, LPP Pusat Jl. Solo Yogyakarta.
Tahukah anda siapa yang paling banyak mengunjungi Jogjakarta? Wisatawan jawab Anda, ya betul! Tapi jika pertanyaannya lebih khusus mungkin anda menemui kesulitan untuk menjawabnya misalnya wisatawan yang berusia berapa yang memiliki porsi terbesar mengunjungi Jogja? Berapa rata-rata pengeluaran wisatawan per hari selama berada di Jogja? Objek Daya Tarik Wisata apa yang paling banyak diminati? Nah, hal-hal tersebut yang kemudian diteliti oleh Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (PUSPAR UGM). Hasil penelitian tersebut disampaikan pada Seminar Analisis Pasar Wisatawan Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Yogyakarta pada hari Kamis, 20 November 2008 bertempat di Banaran Cafe, LPP Pusat Jl. Solo Yogyakarta.
Dalam acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Yogyakarta, Bp. H. Hadi Muhtar, MM, hadir sebagai pembicara Bp. Prof.Dr.Ir Chafid Fandeli dari PUSPAR UGM dan Bp. Deski dari BP2KY dan Arwan Tuti Arta sebagai moderator. Acara ini mengundang peserta dari berbagai kalangan yang terkait dengan pariwisata di kota Yogyakarta antara lain dinas-dinas terkait, agen wisata, komunitas sadar wisata, dan dari kalangan wartawan. Pada kesempatan tersebut hadir juga perwakilan dari Paguyuban Dimas Diajeng Jogja (PDDJ) yakni Dimas Ari Sulistyo dan Dimas Muh. Chandra Kurniawan.
Acara ini bertujuan untuk mengetahui informasi detail tentang profil wisatawan di Kota Yogyakarta dalam upaya menyusun konsep dan strategi pemasaran yang efektif dan tepat sasaran. Dari jumlah responden 800 wisatawan yang disurvei pada bulan Mei-Juni 2008 diperoleh data antara lain; mayoritas wisatawan yang datang ke jogja adalah anak muda berusia 20-24 tahun (17%) diikuti dengan remaja (abg) sebanyak 14%. Pengeluaran wisata/hari untuk wisnus rata-rata < Rp. 500.000/hari dengan nilai pembelanjaan: makan minum (26%), akomodasi (14,29%), cenderamata (16,74%) dan transportasi (13,81%). Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) yang paling banyak diminati adalah Budaya (62,2%), Kuliner (57%) dan Belanja (55%). Sedangkan rata-rata lama tinggal wisatawan (Length of Stay) di Jogja adalah 3 dalam arti sebagian besar tinggal di Jogja 1-3 hari.
Beberapa temuan lain adalah bahwa wisatawan mengunjungi Jogja karena erat tujuannya dengan objek disekitar Jogja yaitu Candi Borobudur maupun Candi Prambanan. Keluhan wisatawan terhadap kondisi Kota Yogyakarta adalah soal keamanan dan ketertiban serta kondisi lingkungan yang dinilai buruk. Namun demikian, hingga kini Jogja masih mampu memberikan kenangan yang baik bagi wisatawan ditandai dengan minat yang tinggi untuk berkunjung kembali serta keinginan untuk merekomendasikan kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata pada orang lain.
Terlepas dari hal tersebut, perlu kiranya bagi semua pihak untuk mendukung dan menjaga citra Jogja sebagai kota pariwisata dan budaya. Jangan sampai wisata Jogja menjadi sekedar mass tourism yang menjurus ke kapitalisme modern. Kunci keberhasilan pariwisata terletak pada kreativitas dan inovasi namun tidak mengubah budaya asli yang ada, demikian pesan Prof.Dr.Ir Chafid Fandeli. Seminar ini juga menghasilkan rekomendasi antara lain
-
Harus ada upaya kreatif dan inovatif terus menerus untuk meningkatkan LoS (length of stay)
-
Adanya upaya mempertahankan budaya lokal meski ada gesekan kultur dengan budaya lain
-
Perlunya disusun paket wisata berdasarkan kemauan pasar dengan harga bersaing
-
Perlu disusun strategi pemasaran yang efektif dan tepat serta upaya membuka pintu-pintu wisatawan.
Demikian hasil dari Seminar Analisis Pasar Wisatawan Kota Yogyakarta pada hari Kamis, 27 November 2008. Acara berakhir sekitar pukul 13.00 wib dan diakhiri dengan makan siang bersama.(arie)
Dimas Diajeng dalam Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2008
Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta (PDDJ) kembali diundang dan mengirimkan wakilnya untuk menghadiri Pemilihan Cak dan Ning Surabaya tahun ini. Selama tiga hari (6-8 November 2008), Dimas Indra dan Diajeng Vany berada di Kota Surabaya untuk mengikuti rangkaian kegiatan pemilihan tersebut sebagai tamu daerah, dengan didampingi Dimas Ari sebagai official.
Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta (PDDJ) kembali diundang dan mengirimkan wakilnya untuk menghadiri Pemilihan Cak dan Ning Surabaya tahun ini. Selama tiga hari (6-8 November 2008), Dimas Indra dan Diajeng Vany berada di Kota Surabaya untuk mengikuti rangkaian kegiatan pemilihan tersebut sebagai tamu daerah, dengan didampingi Dimas Ari sebagai official.
Dalam acara jamuan makan malam bersama Bapak Wakil Walikota Surabaya, Kamis, 6 November 2008, Dimas Indra dan Diajeng Vany mengenakan baju lurik rancangan Ninik Darmawan dari Butik Maharani Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Dimas Diajeng juga memberikan sambutan singkatnya sebagai wakil dari tamu daerah yang hadir.\
Bersama empat pasang tamu daerah lainnya, yakni Uda Uni Sumatera Barat, Muli Mekhanai Lampung, Abang None Jakarta, dan Putra Putri Solo, Dimas Diajeng mengikuti kegiatan city tour pada keesokan harinya, Jumat, 7 November 2008. Beberapa tempat yang dikunjungi dalam kegiatan city tour tersebut adalah Pusat Kerajinan Mirota, Masjid Cheng Hoo, dan House of Sampoerna.
Malam harinya, pada Grand Final pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2008, Dimas Diajeng mengenakan pakaian Pesiar. Penggunaan bulu yang menempel pada penutup kepala dan mantel yang digunakan Diajeng Vany ternyata menarik perhatian banyak orang, termasuk tamu daerah. Pada akhirnya Dimas Diajeng diminta pembawa acara untuk menjelaskan maksud dari penggunaan asesoris yang digunakan dalam pakaian Pesiar tersebut.
PDDJ mengucapkan selamat atas terpilihnya Cak Pras dan Ning Mira sebagai Cak dan Ning Surabaya 2008. Semoga Cak dan Ning terpilih mampu mengemban amanat dan tugas yang diberikan, sehingga bersama-sama duta pariwisata daerah lain dapat mengembangkan serta memajukan industri pariwisata Indonesia dengan lebih baik.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya dan Paguyuban Cak & Ning Surabaya atas undangan dan pelayanan yang diberikan selama Dimas dan Diajeng Jogja berada di Surabaya.
Salam Duta Pariwisata Indonesia!
Dimas Diajeng Jogja Dalam Media Center HUT Kota Jogja ke-252
Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta kembali dilibatkan dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta yang ke-252, 21-25 Oktober 2008 silam. Dalam kesempatan kali ini, Dimas dan Diajeng Yogyakarta tergabung dalam tim Media Center di bawah koordinasi dari Ibu Nunuk Parwati. Selain bertugas sebagai petugas di front desk Media Center, Dimas dan Diajeng Yogyakarta juga bertindak sebagai penerima tamu pada gelaran Fashion Dance dan MC pada pembukaan Jogja Food Festival sebagai bagian dari Rangkaian Perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-252.